Category Archives: Article

Jangan Menjadi Bangsa yang Mudah Menjatuhkan Saudaranya Sendiri

Kini, galau menjadi kata yang begitu mudah disematkan seseorang pada orang lain, terutama untuk memberikan judgment pada status dan tweet di jejaring sosial. Bermula dari Twitter, penggunaan kata ‘galau’ meluas, bahkan hingga yang tidak punya Twitter atau jarang aktif di Facebook pun jadi ikut-ikutan menggunakannya. Apa definisi galau, setiap orang pasti punya gambaran sendiri-sendiri (tapi saya sangsi akan ketepatannya). Namun apakah, orang yang di-judge galau benar-benar galau? Bisa jadi gambaran pen-judge tidak sesuai kenyataan dan dia sudah salah menilai yang di-judge. Adamisjudgment disini.

Jumat malam (29 Mei 2012), saat asyik bermain di Twitterland, perhatian saya tersita oleh kicauan Presiden Jancukers, Mbah Sudjiwo Tedjo. Melalui akunnya, @sudjiwotedjo, beliau menulis:

1) Blm terbiasa baca/tulis buku langsung main twitter, maka Berargumentasi disebutnya labil, menyatakan pendapat » curhat, romantis » galau

2) Feelingku 75 persen pemain twitter gak punya tradisi baca/tulis buku langsung terjun bebas ngetwit..akibatnya ya salah tankap twit terus2an

3) Padahal berpendapat dan curhat tuh beda jauuuuh…curhat itu lebih ke keluh kesah ..berpendapat lbh ke mengemukakan pandangan2

4) Setuju. Lama2 org males romantis karena entar disebut galau. Males peduli takut disebut kepo. Males mendetil takut dibilang rempong

5) Juga, lama2 generasi mendatang males berpendapat takut dikira curhat. Males mengubah2 point of view dlm debat takut dibilang labil

Saya pun tergelitik untuk mengeluarkan kicauan dari akun saya @pratamayogan:

1) Saat keromantisan disalahpahami sebagai kegalauan.Bangsa ini adalah bangsa yg selalu buru-buru menelan tnpa menyempatkan diri utk mengunyah.

2) Orang romantis dibilang galau, orang berpendapat dibilang curhat, orang peduli dibilang kepo, orang mendetail dibilang rempong.

3) Orang mau maju dibilang sok, orang terbuka pada pikiran baru dibilang labil, orang berani berbeda dibilang freak. Bijak sekali bangsa ni.

Yang terjadi di negeri ini adalah kreativitas berekspresi sering  menghadapi risiko diberi cap-cap yang tidak suportif, contohnya: galau. Menggunakan perspektif Mbah Sudjiwo Tedjo dimana keromantisan sering disalahpahami sebagai kegalauan, saya sendiri sebenarnya selalu menikmati kicauan-kicauan romantis di Twitter, rasanya seperti mendapatkan tiket masuk gratis ke dalam kebun bunga kata-kata. Kadang ada inspirasi, ada pembelajaran, ada makna yang memperkaya hidup.  Buat saya, kicauan romantis adalah penggalan puisi, saluran perasaan, dan ekspresi jiwa. Kata William Wordsworth, puisi adalah “the spontaneous overflow of powerful feelings recollected in tranquility.” Maka, kicauan-kicauan romantis itu sebenarnya adalah aliran perasaan spontan yang begitu kuat, yang tercipta dalam ketenangan. Dan anda mentertawakan kreasi yang muncul dalam kreativitas ini? Wow, bijak sekali.

Celakanya, sang pengicau atau pemasang status pun juga ikut jadi korban. Pen-judge terjebak dalam pikiran bahwa setiap status dan kicauan adalah SELALU ungkapan perasaan. Mereka bilang itu curhat. Siapa yang bisa menjamin keSELALUan itu? Apakah mereka Tuhan yang bisa membaca gerak hati setiap manusia? Apakah mereka sudah memverifikasi kecocokan antara perasaan pembuat status dan kicauan dengan apa yang ditulis di jejaring sosial? Atau bisa jadi semua itu hanya ekspresi kreativitas belaka? Atau mungkin hanya untuk lucu-lucuan?

Perlu kita sadari bersama bahwa status dan kicauan bisa dimanipulasi sesuka hati pemiliknya. Maka ‘ungkapan perasaan’ bisa dimanipulasi. Cerita bisa dikarang. Seorang teman yang sedang mengambil Master di Negeri Sakura berkicau pada saya  ”I often intentionally made people think I am galau. Although I was laughing when I posted those galauness.” Jejaring sosial ada dalam wilayah abu-abu antara ekspresi diri, pencitraan, dan motif-motif lain yang tersembunyi dan tidak tampak di layar monitor kita. Intinya, some people think that Facebook status & tweets are always expression of the account owners’ feelings. It is NOT, and they should make up their minds.

Kembali ke misjudgment, lantas bagaimana sikap kita seharusnya? Kita perlu mengembangkan sikap apresiasi. Sikap mudah mentertawakan orang lain terbukti ampuh menjatuhkan mental dan kepercayaan diri kita. Walhasil, minder menjadi kata yang tidak asing dalam kamus generasi muda. Sering dalam training dan seminar tentang pengembangan diri yang saya isi, saya temukan fakta bahwa salah satu ketakutan dan hambatan seseorang untuk maju adalah negative judgment dari orang lain. Maka, kepada para peserta saya tekankan,

“Hanya dengarkan orang-orang yang mendukungmu untuk maju. Dan jika kamu punya niat, percaya dirilah. Mereka yang berpikiran terbuka akan mendukungmu. Mereka yang berpikiran tertutup akan menjatuhkanmu, dengan mencibirmu atau mentertawakanmu. Maka, untuk apa mendengarkan orang-orang yang berpikiran tertutup?”

So next time, kalau ada yang berekspresi, hargai dan beri dukungan. Kembangkan pola pikir positif. Orang-orang yang berpikiran positif dan terbuka biasanya akan lebih mudah meraih kesuksesan daripada orang-orang yang berpikiran negatif dan terutup. Lha anda mau jadi orang sakses atau gagal? Dukung saudara kita untuk maju. Jangan jadi bangsa yang mudah menjatuhkan saudaranya sendiri.

Btw, andai Khalil Gibran, yang terkenal dengan sajak-sajak romantisnya masih hidup dan punya akun jejaring sosial, bisa jadi ia dicap sebagai manusia tergalau sedunia.  :D

Bintang yang Bersinar Semakin Terang

Sabtu, 21 April 2012 saya diundang untuk menghadiri rapat kerja EDSA, Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, UNDIP. Acara bertempat di Ruang A 3.9 dan dimulai jam 8 lebih. Saya datang agak terlambat beberapa menit, namun begitu masuk ruangan ada energi yang saya rasakan. Ada keceriaan, ada keakraban, ada kehangatan, serasa bukan organisasi, melainkan sebuah keluarga.

‘Acara keluarga’ itu secara umum terdiri dari presentasi-presentasi program kerja mereka selama satu tahun. 5 Departemen (Pengabdian Masyarakat, Akademik, Ekonomi dan Bisnis, Komunikasi dan Informasi, Kemahasiswaan, serta Minat dan Bakat) menjelaskan rencana kegiatan-kegiatan mereka, disusul Bendahara lalu Sekretaris. Di antara proker mereka ada E-Sport, CCU, Diffest, MemoEDSA, MetamorphoEDSA, dan masih banyak lagi. Please forgive my bad memory yang tak bisa mengingat semua proker mereka, namun perlu kita yakini bahwa inovasi-inovasi mereka jauh lebih baik dari ingatan saya dan apa yang saya tulis di sini.

Pagi itu, saya juga diberi kesempatan memberikan sepatah dua patah kata. Saya berikan sedikit yang saya tahu pada adik-adik saya. Mereka yang saat itu melihat dengan antusias, mungkin tidak tahu yang saya rasakan di depan. Saya merasakan ketakjuban, kekaguman, dan simpati. Senior mana yang tidak bergetar hatinya melihat junior-juniornya memancarkan kepercayaan diri dan semangat yang membara? Senior mana yang tidak berdecak kagum melihat adik-adiknya berkreasi, bersatu padu dalam suatu organisasi untuk mewujudkan mimpi yang sama?

Hari ini, Kamis, 26 April 2012, mereka sukses menyelenggarakan salah satu kreasi mereka: Youth Power in Action (YPA), sebuah mini-seminar tentang peran pemuda dalam menciptakan perubahan di masyarakat. Bekerja sama dengan IIWC, mereka undang 2 relawan asing dari Perancis dan beberapa relawan Indonesia untuk berbagi inspirasi dan motivasi di kampus. Ada semangat yang terus terpancar selama perencanaan dan pelaksanaan acara. Saya yakin, saat mereka beraspirasi untuk menciptakan perubahan, tanpa mereka sadari mereka sendiri pun juga berubah dalam sebuah dinamika tim yang solid dan efektif. Mereka berubah dan belajar dalam setiap tahapan proses yang mereka lalui, dalam semangat dan atmosfir yang lebih mengedepankan appreciation and understanding, instead of demand and judgment.

YPA adalah sebuah langkah awal. Selanjutnya telah menunggu gebrakan-gebrakan lain yang siap dieksekusi aktivis-aktivis muda yang seolah memiliki energi tak terbatas itu. Kita hanya perlu menunggu, sembari mendoakan kemudahan, kelancaran, dan kesuksesan bagi mereka. Kita tunggu mereka untuk membuat kita berdecak kagum dengan gebrakan-gebrakan mereka.

Selamat berjuang, adik-adikku di EDSA.
Semoga Tuhan memudahkan jalan kalian melaksanakan inovasi-inovasi kreatif kalian.
Semoga kalian berproses menjadi pribadi-pribadi tangguh, berkarakter kuat, dan berkapasitas tinggi.
EDSA? EXIST!!!

 

The Radiating Energy of AKB48′s Give Me Five


15 Februari 2012, AKB48 mengguncang dengan single pertama mereka di tahun 2012: Give Me Five. Pada hari peluncurannya, penjualan lagi ini menembus angka 967.000, menjadikannya single kedua belas AKB48 yang memuncaki tangga lagu Oricon, dan single ketiga terlaris setelah Kaze wa Fuiteru (1.046 juta) dan Flying Get (1.026 juta). Dalam seminggu pertamanya pun lagu ini total terjual 1.287 juta.

Salah satu keunikan lagu ini adalah personelnya, delapan belas anggota pilihan dari AKB48, SKE48, dan NMB48, memainkan lagu ini dengan alat musik sendiri. Maka, akan kita jumpai our kawai sisters tersebut memainkan berbagai macam alat musik dalam performance mereka di Give Me Five.

Adapun posisinya adalah sebagai berikut:

Rythm guitar: Atsuko Maeda

Bass guitar: Yuko Oshima

Lead guitar: Minami Takahashi

Drums: Yuki Kashiwagi

Keyboard: Mayu Watanabe

Synthesizer: Haruna Kojima

Trumphets: Rino Sashihara and Minami Minegishi

Trombones: Rena Matsui, Yui Yokoyama

Standing drums: Jurina Matsui

Tamborine: Mariko Shinoda

Shaker: Tomomi Itano

Chorus: Sae Miyazawa, Rie Kitahara, Aki Takajo, Tomomi Kasai and Sayaka Yamamoto

Video:

MP3: klik di sini.

Lirik:
English Lyrics

The song of the cherry blossom flows through the town
In the blink of an eye
Separation day has come
In the corner of the school building
Everyone is secretly
Writing messages together

I’ve already taken off my school uniform
Amidst the winds of spring
Before long, every flower will fall
But will dream anew

Friends, from our memories
Believe in a shining tomorrow
That’s right, graduation
Is not an exit, but an entrance
Friends, the only thing left
Is to continue on our separate paths
But don’t say goodbye
Because we’ll meet again soon
So let’s high five for now

Even looking through all the pictures we took
Everything dear to us
Can’t be left behind
We’ve fought sometimes had mean thoughts
But for some reason
We still had our arms around each other

Nobody has gone home yet
So the classroom seems narrow
But before our parting hour
Lies our future

Tears, let them fall
We’ll be born again
So let’s cry all we can
That’s right, other painful things
Are still to come
So let’s cry now
Tears, if we show each other
Our tear-streaked faces
We’ll be able to share anything
We’re best friends for life
I’ll always remember, so let’s high five

Friends, from our memories
Believe in a shining tomorrow
That’s right, graduation
Is not an exit, but an entrance
Friends, getting to meet you
Was the best part of my youth
Every “thank you” that I’ve yet to say
Is in this high five…

Romaji

sakura no uta ga machi ni nagare
attoiuma datta
wakare no hi
kousha no kabe no sono katasumi
minna de kossori
yosegaki shita

seifuku wa mou nugunda
haru no kaze ni fukarenagara
donna hana mo yagate wa chitte
atarashii yume wo miru

tomo yo, omoide yori
kagayaiteru asu wo shinjiyou
sou, sotsugyou to wa
deguchi janaku iriguchi daro
tomo yo, sorezore no michi
susumu dake da
sayonara wo iu na
mata sugu ni aeru
dakara ima wa haitacchi shiyou

nanmai shashin wo totte mitemo
daiji datta mono wa
nokosenai
kenka shite kuchi kiitenakatta
aitsu to nazeka
kata wo kundeta

mada daremo kaeranakute
kyoushitsu ga semaku mieru yo
nagorioshii jikan no saki ni
bokura no mirai ga aru

namida, koraeru yori
umarete kara
ichiban naite miyou
sou, tsurai koto wa
mada mada aru
naite okou ze
namida, gushagusha no kao
miseattara nandemo
hanaseru ne
isshou no shinyuu da
wasureru na yo haitacchi shiyou

tomo yo, omoide yori
kagayaiteru asu wo shinjiyou
sou, sotsugyou to wa
deguchi janaku iriguchi daro
tomo yo, meguriaete
saikou datta seishun no hibi ni
mada ienakatta
arigatou wo haitacchi de…

Kanji

桜の歌が街に流れ
あっという間だった
別れの日
校舎の壁のその片隅
みんなでこっそり
寄せ書きした

制服はもう脱ぐんだ
春の風に吹かれながら
どんな花もやがては散って
新しい夢を見る

友よ、思い出より
輝いている明日を信じよう
そう、卒業とは
出口じゃなく入り口だろ
友よ、それぞれの道
進むだけだ
サヨナラを言うな
またすぐに会える
だから今はハイタッチしよう

何枚写真を撮ってみても
大事だったものは
残せない
喧嘩して口利いてなかった
アイツと何故か
肩を組んでた

まだ誰も帰らなくて
教室が狭く見えるよ
名残惜しい時間の先に
僕らの未来がある

涙、こらえるより
生まれてから
一番泣いてみよう
そう、辛いことは
まだまだある
泣いておこうぜ
涙、グシャグシャの顔
見せ合ったら何でも
話せるね
一生の親友だ
忘れるなよハイタッチしよう

友よ、思い出より
輝いている明日を信じよう
そう、卒業とは
出口じゃなく入り口だろ
友よ、巡り会えて
最高だった青春の日々に
まだ言えなかった
ありがとうをハイタッチで…

Lirik diambil dari:

http://midoritranslates.tumblr.com/post/16573268126/give-me-five-akb48-english-translation

 

Sakura no Shiori: Bunga Sakura yang Penuh Tanda

Bunga Sakura selalu mekar saat musim semi tiba, saat kehangatan datang menggantikan dinginnya salju dan warna-warni alam bermunculan menggantikan musim dingin yang gersang dan kelabu.

Maka, bermekarannya bunga sakura adalah suatu tanda akan permulaan. Permulaan dari keindahan yang berangkat dari kebekuan, meninggalkan tawa dan airmata menuju langit biru yang mahaluas, menyebar meniti jalan yang berbeda ke seluruh penjuru semesta.

Sakura adalah tanda harapan dan masa depan, yang menginspirasi jiwa-jiwa yang penuh mimpi untuk tidak menyerah, untuk terus membuka lembaran baru dan menulisinya dengan pencapaian-pencapaian yang gemilang dan membanggakan.

Keindahan ini yang terpancar dari lagu Sakura no Shiori AKB48, yang bercerita tentang tanda-tanda yang dibawa bunga sakura, dengan melodi yang mengalun lembut dan syahdu. DIbalut dengan kimono berwarna-warni, putri-putri jelita Jepang  tersebut terlihat luar biasa anggun dan cantik. Putri-putri sakura ini bernyanyi tentang sakura yang penuh tanda. Layaknya bunga sakura yang bermekaran menebar keindahan, mereka pun berdendang ceria dalam senyum, tawa dan keriaan menebarkan kebahagiaan.

Video:

MP3: klik di sini.

Lyrics:

Romaji

Haru no soyokaze ga
Doko kara ka fuki
Kayoi nareta michi
Irodori wo kigaeru

Yorokobi mo kanashimi mo
Sugisatta kisetsu
Atarashii michi
Aruki hajimeru

Sakura no hana wa wakare no shiori
Hirahira to te wo futta
Tomo no kao ga ukabu
Sakura no hana wa namida no shiori
Taisetsu na kono toki wo
Itsumademo wasurenu you ni…

Sora wo miagereba
Sono ooki sa ni
Hateshinaku tsudzuku
Michi no nagasa wo shitta

Hare no hi mo ame no hi mo
Ashita wa kuru kara
Hohoemi nagara
Ippo fumidasu

Sakura no hana wa mirai no shiori
Itsuka mita sono yume wo
Omoidaseru you ni…
Sakura no hana wa kibou no shiori
Akiramete shimau yori
Kono peeji
Hiraite miyou

Sakura no hana wa kokoro no shiori
Kagayaita seishun no
Komorebi ga mabushii
Sakura no hana wa ano hi no shiori
Hito wa mina mankai ni
Saita yume wasure wa shinai

English

A spring breeze
Comes from somewhere
Changing the colours
Of this familiar road

This season
Puts the happiness and sadness in the past
And we start walking
A new road

The cherry blossoms are a goodbye bookmark
I see my friends’ faces
As they waved lightly
The cherry blossoms are a bookmark of tears
I pray that I’ll never forget
This precious time…

When I look up at the sky
Its vastness
Showed me how endlessly long
This road is

Whether it’s a sunny day or a rainy one
Tomorrow will come
So I’ll smile
As I take a step

The cherry blossoms are a future bookmark
I pray that I’ll remember
The dreams I had one day…
The cherry blossoms are a bookmark of hope
Instead of giving up
I’ll open to this page

The cherry blossoms
Are a bookmark in my heart
My youth was a dazzling sun
That shone so bright through the trees
The cherry blossoms are a bookmark of that day
Nobody will forget
The dreams that were in full bloom

The lyrics is takem from:

http://www.kiwi-musume.com/lyrics/akb48/sakuranoshiori/sakuranoshiori.html

Sengatan Syndrome Chocolat yang Membakar

Chocolat dalam Bahasa Perancis berarti cokelat. Didirikan pada tahun 2011 oleh Paramount Music, grup ras campuran pertama Korea ini menghentak dengan single digital pertama mereka Syndrome pada tanggal 17 Agustus 2011. Popularitas Chocolat meroket seiring dengan keberhasilan mereka meraih penghargaan Newcomer Award pada Seoul Success Award 2011 dan penampilan mereka di jeda waktu pertandingan NBA Korea pada tahun baru 2012 .

Yang membuat group ini eksotis antara lain karena latar belakang anggotanya yang sebagian besar berasal dari ras campuran. Melanie (lead vocalits dan lead dancer) dan Juliane (vocalist) masing-masing memiliki ibu berdarah Korean sedangkan ayah mereka adalah tentara Amerika keturunan dan Italia. Sementara ibu Tia (vocalist dan main dancer) berdarah Korea dan ayahnya berdarah campuran Puerto Rico-Jerman. Sisanya, Jaeyoon (main vocalist) dan Min Soa (leader dan lead vocalist) benar-benar murni berdarah Korea.

Syndrome sendiri merupakan kombinasi upbeat rythm Barat dengan lirik berbahasa Korea dan meraih posisi tertinggi 68 di tangga lagu Korea tahun 2011. Buat saya pribadi, Syndrome eksotis dalam arti menghentak dengan ritme enerjik dan dikemas dengan teknik pengambilan gambar yang impresif, cukup menghibur dan memberikan semangat (apalagi buat mereka yang sedang galau :D ). Beberapa minggu lamanya lagu ini menjadi top song di laptop dan handphone saya. Syndrome Chocolat telah membakar hati dan pikiran saya. :D

Foto member:

Foto atas: Melanie, Min Soa, Jae-Yoon, Tia, Juliane

 

Video:

Lirik:

Dalam Bahasa Korea:

Oh Yeah~

geu eolgul dalha jilla, neol jakku boge dwae baby baby
neo kwiga ttaga ulla, yeogi jeogi seo ni yaegi ppun ya

Woo~ geu hair, fashion modeunge it style, dalmgo shipeun hot style
Boo~ tteo oreun new icon, uh huh

bba bba bba bba bbajyeo beoringeol, he he he he he eonal su eobtge
neottaeme algho it janha, moduda la la la la like me
fye fye fye fye fye ini dwengeol, neo neo neo neo ege jungdok dwae
isungan Shake me up, Fill me up, Heal me again

neol saegyeo noheun my eye (eye eye eye) meotjin geu moksori in my headset
eotteokhae michyeot nabwa, najina bamina ni saenggak ppunya

Woo~ geu ment, motion modeunge issue, pokpung nunmul tissue
Boo~ bit naneun new idol, uh huh

bba bba bba bba bbajyeo beoringeol, he he he he he eonal su eobtge
neottaeme algho it janha, moduda la la la la like me
fye fye fye fye fye ini dwengeol, neo neo neo neo ege jungdok dwae
isungan Shake me up, Fill me up, Heal me again

naega eojjeo da ireohke dwaet na, molla molla molla molla
naegen neomu meon byeol gateun geol (Whoa)

nae mameul arajwo baby, mameul arajwo baby, You never break break my heart
nal ijji marajwo baby, ijji marajwo baby, la la la la like me
nae mameul arajwo baby, mameul arajwo baby, You never break break my heart
isungan Shake me up, Fill me up, Heal me again

bba bba bba bba bbajyeo beoringeol, he he he he he eonal su eobtge
neottaeme algho it janha, moduda la la la la like me
fye fye fye fye fye ini dwengeol, neo neo neo neo ege jungdok dwae
isungan Shake me up, Fill me up, Heal me again

Never break break my heart

Terjemahan Bahasa Inggris:

Oh Yeah~~

Your face must be getting worn out
Because I keep looking at you baby baby
Your ears are probably ringing
Because from here it’s only talk about you
Woo~ that hair, fashion- everything is the “It style”- the hot style that everyone wants
Boo~ you are the rising new icon- uh huh~

I’ve fallen for you- I can’t get out
Everyone is afflicted by you- la la la la like me
I’ve become a mess- addicted to you
This moment, shake me up, fill me up, heal me again

You’ve been engraved in my eye (eye eye eye)
Your sexy voice is in my headset
What do I do, I’ve gone crazy- night or day, I think of you
Woo~ those comments, motions- everything is an issue-
makes people burst into tears and grab a tissue
Boo~ you are the shining new idol- uh huh~

I’ve fallen for you- I can’t get out
Everyone is afflicted by you- la la la la like me
I’ve become a mess- addicted to you
This moment, shake me up, fill me up, heal me again

How did I become like this? I don’t know, don’t know, don’t know, don’t know
You seem like a star that’s too far away for me

Please know my heart baby- know my heart baby
You never break break my heart
Please don’t forget me baby, don’t forget me baby
la la la la like me

Please know my heart baby- know my heart baby
You never break break my heart
This moment, shake me up, fill me up, heal me again

I’ve fallen for you- I can’t get out
Everyone is afflicted by you- la la la la like me
I’ve become a mess- addicted to you
This moment, shake me up, fill me up, heal me again

Never break break my heart

Lirik tersebut di atas saya ambil dari:
http://snsdlyrics.wordpress.com/2011/08/17/chocolat-syndrome/

MP3: klik di sini

Melodi Sakura yang Bersemi di Hati

Awalnya saya agak sedikit skeptis dengan lagu-lagu Jepang. Skeptisme saya berujung pada sedikitnya minat untuk memperkaya pengetahuan tentang lagu-lagu Jepang kontemporer. Walhasil, lagu-lagu Jepang yang saya dengar pun berkisar pada lagu-lagu jadul dan ‘hanya’ soundtrack serial Jepang tahun 90-an seperti Ultraman Taro, Ultraman Leo, Sailormoon, Kungfu Boy, Kamenu Raida Arru Ekkusu (Ksatria Baja Hitam RX), dan Rindu-Rindu Aisawa.

Meski demikian, Moonlight Densetsu (OST Sailormoon) sering menemani saya di malam-malam saya mengerjakan tugas semasa masih kuliah. Kadang, jika saya ingin mengondisikan pikiran sebelum menulis prosa, saya dengarkan soundtrack Kungfu Boy. Kadang pula, di pagi hari saya dengarkan soundtrack KBH RX untuk merasakan energinya yang akan membuat pagi saya lebih bersemangat.

Seiring berjalannya waktu, saya pun mulai mengenal soundtrack Wedding Peach: Yumemiru Ai Tenshi dan Virgin Love. Yumemiru Ai Tenshi ini yang membantu saya mengurangi tekanan dan menghibur saya saat memimpin kemah kerja di Borobudur, Juli 2011. Di kemah kerja ini, saya juga mendapat kesempatan diajari lagu Sukiyaki oleh Kana, relawan asal Jepang. Hingga sekarang, mendengarkan Yumemiru Ai Tenshi dan Sukiyaki akan menghadirkan kenangan-kenangan akan kemah kerja dengan relawan-relawan Taiwan tersebut.

Usai memimpin kemah kerja, saya berkenalan dengan AKB48 lewat lagu mereka Kachuusha-Everyday. Lagu yang sempat menjadi top hit di Jepang ini memberikan dorongan yang cukup kuat untuk menyelesaikan skripsi dalam waktu yang terbatas. Sambil menghadap layar monitor laptop sementara Kachuusha-Everyday mengalun di telinga, saya dorong diri saya untuk berusaha dan memberikan performa layaknya mahasiswa-mahasiswa Jepang (sesuai dengan impresi yang saya dapatkan saat berkunjung ke Nagoya bulan November 2010) untuk dapat mengejar batas waktu pendaftaran wisuda.

Kachuushaa-Everyday membawa saya pada lagu AKB48 lainnya: Heavy Rotation, yang mulai populer di Indonesia melalui iklan sebuah minuman isotonik. Heavy Rotation yang dalam iklan dibawakan JKT48 tersebut mendorong saya untuk mencari lagu-lagu AKB48 lainnya, maka kemudian saya dapatkan: AKB48, Sakura no Hanabiratachi, dan Aitakatta. Bagi saya, lagu-lagu terakhir ini cukup pas dengan selera saya dan memberikan atmosfir yang begitu kuat. AKB48 dan Aitakatta membawa saya pada kegembiraan yang meluap-luap sementara Sakura no Hanabiratachi pada keharuan yang menyentuh hati. Keduanya cocok untuk menghadirkan suasana yang kondusif saat saya ingin menulis tulisan tentang Jepang, dan paling tidak, membuat semangat untuk melanjutkan studi di Jepang menyala semakin terang. :)

And so far, my favorite Japanese songs (the top 5 include my favorite lines in each song) are:
1. AKB48 – AKB48
“AKihabara48, watashita chi ni ai ni kite, dare yori mo su kini natte…”

2. Sakura no Hanabiratachi – AKB48
“Namida no Hanabiratachi ga harahara….”

3. Yumemiru Ai Tenshi – Furil (Wedding Peach OST)
“akogarete tokimeite sonna shichueishon, itoshisa o dakishimeru O·N·NA·NO·KO.”

4. Virgin Love – Furil (Wedding Peach OST)
“sou wasurerarenai no kirai ni narenai donna ni kizutsuite mo…”

5. Moonlight Densetsu (Sailormoon OST)
“seiza no matataki kazoe, uranau koi no yukue…”

6. Aitakatta – AKB48

7. Ihoujin – Black Cherry Blosson

8. Ultraman Leo OST

9. Katyuusha-Everyday – AKB48

10. Heavy Rotation – AKB48

Tampaknya single terbaru AKB48, Give Me Five, yang dirilis tanggal 15 Februari 2012, berpotensi merubah posisi di atas. Cuplikan lagunya yang saya dengar dari Youtube cukup bagus, namun sayangnya hingga tulisan ini saya posting di blog ini, saya belum mendapatkan versi lengkapnya.

Dan, apabila teman-teman ada yang ingin merekomendasikan lagu-lagu Jepang, feel free to do so.
Your recommendation will be highly appreciated. :)

Mamah Pengen Ketemu

“Mas Yog, kapan-kapan maen ke rumah ya? Mamah pengen ketemu…”
Selepas sholat maghrib, masih di atas sajadah, saya pandangi sms yang saya terima pagi itu dan belum sempat saya balas. Saya masih bingung bagaimana harus membalasnya.

Saya baru sekali bertemu dengan mamahnya, orang tuanya satu-satunya setelah ayahnya meninggal beberapa tahun yang lalu, saat mengantarkan ia pulang selepas menjadi panitia sebuah seminar nasional, dua tahun yang lalu saat saya duduk di semester delapan dan ia duduk di semester empat. Saat itu, terjadi obrolan singkat, sekedar basa-basi, tentang kuliah, kegiatan di kampus, dan tentang dirinya.

Mamahnya banyak bercerita tentang kegiatannya yang sangat padat, mulai dari organisasi di kampus hingga kerja paruh waktu.
“Sering Mas, pergi pagi-pagi terus pulang malam. Pernah jam sebelas baru sampai rumah. Sebagai ibu, saya khawatir, Mas. Takut kenapa-kenapa.”
“Kuliahnya sendiri bagaimana Bu?”
“Ya alhamdulillah, semester kemarin katanya masih di atas tiga koma lima. Kadang kalau ngerjain tugas gitu sampe malam. Kadang Ibu kalau bangun buat sholat malam gitu sering lihat dia masih ngerjain tugas di depan laptop. Di satu sisi, saya seneng Mas anaknya semangat, tapi juga kasihan.”
Saya saat itu bingung harus menjawab bagaimana, sehingga lebih sering diam dan mendengarkan.
“Mbok dibimbing Mas, dinasihati. Dia itu nurutnya sama orang yang lebih dari dia.”
Saya tiba-tiba terhenyak.

Maka, bimbingan saya kepadanya terwujud pada arahan-arahan saya di perkuliahannya: menjelaskan beberapa teori yang belum ia pahami, mengoreksi paper-paper-nya, hingga membantunya mencari ide untuk skripsi, dan mengoreksi proposal skripsinya, dalam kegiatan-kegiatan yang ingin diikutinya: seleksi pertukaran pelajaran, PKM, PMW, mawapres, dan hal-hal lain: menelaah cerpen dan artikel yang akan ia kirimkan ke media massa, membantu mendesain blog-nya, dan lain sebagainya. Pun demikian, tetap saya ingatkan ia untuk menjaga kesehatan dan untuk tidak pulang terlalu malam.
“Maem dan istirahatnya dijaga. Kasihan mamah kalau sampai sakit.”

Di sisi lain, semangatnya yang tak pernah padam ini selalu menjadi inspirasi bagi saya. Saya pun menikmati kedekatan saya dengannya, karena dengan begitu, saya ikut terbakar kobaran api di jiwanya yang terus menyala. Ia tidak tahu, pancaran energinya mengangkat saya setiap kali saya terjatuh: gagal di wawancara kerja, gagal di lamaran beasiswa S2, dan kejatuhan-kejatuhan lainnya, dan pancaran energi itu yang menerbangkan saya ke angkasa, mewujudkan impian-impian saya, meraih tujuan-tujuan hidup saya.

Dan sosok mamahnya yang begitu lembut dan welas asih itu, selaksa embun pagi yang membawa kesejukan.
Ah, tiba-tiba saya ingin merasakan kesejukan itu kembali, setelah dua tahun tak bertemu dengan beliau.

Di layar monitor handphone, saya ketik:
“Ya insya Allah. Yang pengen ketemu kamu ato Mamah? :p”
namun belum sempat saya kirim, tiba-tiba datang,
“Masssssss,,,,kok ga dibalessss?????????”
Saya pun membalas:
“Iyyaaaaaahhhhh, kapan ada waktu???????????????”

Perawat Hati

Kunyalakan motorku begitu melihat sosok berbaju putih-putih muncul dari pintu keluar RSUD Sragen dengan sesungging senyum di wajahnya. Pagi masih dingin dan berkabut, dan jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh, namun wajah itu tampak lelah. Sepuluh jam terjaga di rumah sakit di malam hari tentu bukan hal yang mudah, terlebih jika ada banyak pasien yang memerlukan bantuan.

Kadang ketika malam sudah larut, kusempatkan untuk mengirimkan sms untuknya, sekedar untuk menghibur, atau paling tidak memastikan dia baik-baik saja.
“Mbak perawat, jaga pasiennya jangan lupa jaga hati juga ya. ;)
“Chemun9udh mbaaaagggg. Take care. Je t’aime. :*”

Sosok itu semakin dekat.
“Lama Mas? Tadi ngasih laporan ke Dokter Farid dulu.”
“Nggak apa-apa. Aku juga barusan sampai kok.” Kusodorkan helm kepadanya. Di jok belakang, tangannya memegang pinggangku lemah. Tentu ia sangat lelah pagi ini. Kupacu motorku perlahan.

“Gimana pasien yang namanya Pak Bambang?” tanyaku.
“Baik.”
“Masih banyak yang jenguk?”
“Nggak sebanyak sebelumnya-belumnya, tapi tadi malam ada rombongan pejabat pemerintah gitu, nggak tahu siapa saja.”
“Public figure bener ya. Rumah beliau dimana to?
Tidak ada jawaban. Kusentuh bagian atas lututnya dengan tangan kiriku.
“Mas….”
“Hmmmm?”
“Kok malah ngobrolin Pak Bambang sih?”
“Hehe, iya ya? Habis Penasaran.”
“Malah lebih penasaran sama Pak Bambang daripada sama aku?”
Kusentuh bagian atas lututnya lagi.
“Tadi pagi pas kuanter ke sekolah, Dino ku beliin bubur ayam di tempat Mbok Yem, Dek. Ku ajak makan di sana. Lahap banget makannya. Tu buburnya yang enak ato anaknya yang laper ya?
“Lha tadi gimana? Kan Mas juga ikut makan?
“Enggak, tadi cuma pesen kopi susu sama makan gorengan. Nggak bisa makan kalo nggak ada kamu.”
“Ihhh, pagi-pagi dah nggombal.”
Aku hanya tersenyum.
“Kita mampir sana dulu ya. Dah laper ni. Pengen ngrasain bubur ayam rasa cinta.”
“Ngikut abang ojeknya aja deh…”
Hatiku geli mendengar responnya. Kurasakan pegangan tangannya menjadi lebih erat, kepalanya ia sandarkan di punggungku, dan perlahan ada kehangatan yang berhembus ke dalam dada.

Cinta Itu Sambungan Hati

Jam menunjukkan pukul setengah 7 malam ketika saya berdiri di halte TransJogja Condongcatur, Jogja, saat seorang ibu berpakaian sederhana berusia sekitar 50 tahunan akhir mengajak saya berbicara, “Mau kemana, Dek?” Meski sebenarnya saya akan menghadiri pernikahan teman SMA saya, saat itu saya berpikir untuk sekedar percakapan basa-basi mungkin saya hanya perlu menjawab sekenanya, “Mau jalan-jalan saja, Bu. Main ke rumah teman.” Saya tidak sempat menanyakan nama ibu tersebut namun dalam tulisan ini mari kita panggil beliau Ibu Harti (bukan nama sebenarnya).

Percakapan singkat dengan Ibu Harti tersebut berlanjut hingga ke berbagai topik, mulai keluarga Ibu Harti, pergerakan mahasiswa tahun 70an (Ibu Harti pernah menjadi ketua komisariat sebuah organisasi ekstra mahasiswa semasa kuliah dulu dan ikut memperjuangkan Tritura), hingga masalah asmara. Ibu Harti yang bercerita dengan penuh semangat tiba-tiba iseng menggoda saya:

Ibu Harti: “Ini ke Jogja ke rumah teman ato ke rumah pacar?”
Saya: “Wah, temen kok, Bu.” (Dalam hati, “Waduh Bu, sensitif ki, dari dulu saya lom dapet pacaaar. Tolong jangan singgung masalah ituuu! #curcol)
Ibu Harti: “Lho nggak papa, kalo sama saya terbuka aja nggak papa.”

Saya hanya tersenyum. Ibu Harti lalu melanjutkan, “Cinta itu sambungan hati, Dek.” Jleb. Saya terdiam sejenak. Karena  takut salah menafsirkan kalimat kiasan tersebut, saya bertanya,”Maksudnya gimana, Bu?” Masih dengan bersemangat, ibu melanjutkan,”Iya, saya dan suami saya terpisah lima tahun. Selama itu kami nggak pernah malam mingguan. Kami jarang ketemu, tapi hati kami selalu nyambung. Mau pisah sejauh apa dan seberapa lama, tapi kalo sudah cinta, pasti akan terus nyambung.” Kalimat itu masuk ke dalam hati saya dan mengendap di dalamnya. Sebenarnya saya ingin merenungkan kalimat bermakna dalam tersebut barang sejenak, namun untuk menghindari suasana awkward, saya timpali penjelasan tersebut.
Saya: “Kalo anak muda sekarang istilahnya LDR, Bu.”
Ibu Harti: “Apa itu?”
Saya:  “Long distance relationship. Hubungan jarak jauh.”
Kami pun tertawa bersama.

Tak berapa lama kemudian Ibu Harti pamit karena bus jalur 3B yang ditunggunya datang, sementara saya tetap tinggal di halte, menunggu bus jalur 3A, sambil merenung setelah sempat tertunda. Ya, cinta adalah sambungan hati. Di sini, saya punya dua penafsiran. Pertama sesuai dengan yang disampaikan Ibu Harti. Saat cinta sudah menyambung dua hati, maka seberapa jauh jarak dan seberapa lama waktu yang memisahkan mereka, hati itu akan terus tertaut. Seberapa lama hati itu akan tertaut akan tergantung pada seberapa kuat ikatan itu.

Banyak kita kita dengar jalinan kisah cinta dua insan yang saling berjauhan, tidak hanya berbeda kota namun bahkan berbeda negara dan benua, yang berakhir bahagia karena mereka menjaga kekuatan sambungan hati mereka. Jika sambungan hati sudah begitu kuat, maka vincit amor omnia, cinta mengalahkan segalanya. Aral yang merintang dan badai yang menerjang pun tak akan sanggup memutuskannya. Cinta akan memberi kekuatan untuk dapat bertahan hingga pada akhirnya menemukan jalan untuk kembali bersatu.

Namun , ada juga yang terpaksa berhenti di tengah jalan, karena beragam alasan. Mungkin ada pihak yang memilih untuk tidak menjaga kekuatan sambungan hati mereka, atau memilih untuk menyambungkan hatinya dengan hati yang lain, atau keduanya sama-sama memilih untuk menyudahi perjuangan menjaga sambungan itu, atau alasan-alasan lain.Cinta memang kadang tak berakhir bahagia, dan kadang perpisahanlah yang menjadi jalan keluar terbaik agar kita bahagia.

Penafsiran kedua berangkat dari pemahaman bahwa sambungan hati bermakna kecocokan hati. Kalimat “Aku nyambung banget sama dia” dapat berarti “Aku cocok banget sama dia”. Dalam bahasa gaul modern, kenyambungan atau kecocokan ini sering kita sebut ‘chemistry’. Memang, kenyambungan atau chemistry kuat yang terjadi secara alami dapat menumbuhkan cinta. Ini kita alami saat kita merasa ada kecocokan atau memiliki banyak persamaan dengan seseorang, misal memiliki passion yang sama atau hobi yang sama. Maka, muncullah pasangan-pasangan yang lahir dari chemistry yang kuat dan alami. Namun, ada juga pasangan yang terkadang seperti memaksakan cinta, manakala keduanya sama-sama sadar bahwa antara keduanya ada terlalu banyak perbedaan dan merasa tidak ada kecocokan, namun tetap memilih untuk bersama, dengan beragam alasan. Apapun pilihannya, saya yakin mereka punya pertimbangan sendiri dan lebih tahu mana yang terbaik untuk mereka.

Jam mungkin menunjukkan pukul 7 ketika bus yang saya tunggu datang. Dalam perjalanan ke Monjali, terlintas dalam pikiran saya: saya ke Jogja untuk menghadiri pernikahan teman SMA saya yang mempersunting pujaan hatinya sejak SMA. Sebelum ke acara, saya transit dulu di rumah teman SMA saya yang lain. Keduanya sama-sama memenangkan hati pujaan hati mereka sejak SMA, lima hingga enam tahun yang lalu. Dalam kurun waktu tersebut, mereka sama-sama menjaga kekuatan sambungan hati mereka, dan alhamdulillah berakhir bahagia. Ah, betapa indahnya cinta SMA yang bertahan hingga ke jenjang pernikahan. Betapa indahnya memiliki hati yang tersambung kuat dengan sang pujaan hati, hingga keduanya dapat benar-benar saling memiliki.

Bu Harti, terima kasih banyak atas percakapan singkat yang membekas di hati. Terima kasih pula atas pelajaran hidup yang sangat bijak dan bermakna. Semoga Tuhan menjaga kekuatan sambungan hati Ibu sekeluarga hingga akhir nanti. :)

 

Sayaka-san, Andai Pegawai Publik di Negeri Kami Seramah Dirimu


Akhir November 2010, kami, 4 mahasiswa dan 3 dosen dari UNDIP, menginjakkan kaki di Bandara Internasional Kanzai, Osaka, Jepang. Pengalaman pertama kali menginjakkan kaki di Jepang tentunya membuncahkan perasaan bahagia, namun saat itu kebahagiaan kami sedikit terusik karena barang-barang kami terbawa oleh pesawat yang berbeda ke Bandara Narita. Cerita tentang bagaimana kami dengan tujuan Nagoya bisa diterbangkan ke Osaka sementara barang-barang kami diterbangkan ke Narita bisa sangat panjang. Barang bawaan yang terbawa ke Narita, menjadi awal cerita saya.

Saat itu, setelah selesai dengan pengecekan paspor dan pengisian berkas-berkasi imigrasi, kami melaporkan kepada petugas bandara apa yang kami alami. Dalam hitungan menit, datang seorang mbak-mbak petugas yang cantik dan muda usia. Sebut saja namanya Sayaka (kami tidak sempat menanyakan namanya).

Sayaka-san saat itu memperkenalkan diri (namun kami tidak sempat mendengar namanya) dan mengatakan akan membantu mengurus barang-barang kami. Kami hanya menurut saja saat ia membawa kami memasuki lorong-lorong panjang ke menuju tempat pengurusan baggage yang bermasalah. Di sana, ternyata ada beberapa orang dari Indonesia juga yang mengalami masalah serupa.

Bersama seorang petugas bandara lainnya, Sayaka-san meminta kami mengisi sebuah form untuk mengidentifikasi ciri-ciri baggage kami. Dengan sabar, ia menjelaskan bagian-bagian yang harus diisi. Pada saya yang tak mengerti Bahasa Jepang sama sekali, Sayaka-san tak kehilangan kesabaran. Ia tetap menjelaskan dengan ramah, dan tetap dengan wajah yang penuh senyum.

Keramahan Sayaka-san semakin terasa saat ada sebagian dari kami yang tidak membawa pulpen. Dengan ramah, ia berikan pulpen yang ia pinjam dari rekannya sesama petugas bandara. Ia bimbing kami mengisi form hingga selesai dan saat semua form sudah diisi, ia pastikan semuanya akan baik-baik saja. Ia katakan bahwa barang-barang kami akan tiba di Nagoya paling lama tiga hari ( sebenarnya bisa lebih cepat namun karena ada hari libur, prosesnya menjadi sedikit lebih lama).

Kami berpisah dengan Sayaka-san setelah bersiap-siap melanjutkan perjalanan bersama Profesor Terada yang menjemput kami di bandara. Ia antar kami hingga ke jalan keluar. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sayaka. Saat perlahan kami melangkah, kami lambaikan tangan kepadanya yang juga melambaikan tangannya pada kami. Sayaka-san terus melambaikan tangan hingga kami keluar dari pintu bandara.

Keramahan Sayaka-san benar-benar membekas di hati kami. Sambil berjalan ke stasiun kereta terdekat, kami pun berandai-andai, andai petugas bandara dan pegawai publik di negeri kami yang mengaku ramah ini sehumanis Sayaka-san.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 607 other followers