Monthly Archives: December 2011
Untuk Lilin Kecil yang Hari Ini Hatinya Penuh Bunga
Saya mengenalnya laksana sebuah lilin. Dia sering terbang kesana kemari dengan tenaga yang seolah tak berbatas, sebagai pelita yang membawa cahaya dan kehangatan kepada orang-orang yang ada sekitarnya. Maka berbahagialah orang-orang yang dapat mengenalnya, terlebih orang-orang menjadi bagian dari hidupnya.
Saya selalu mengaguminya dengan kerendahan hati dan kepapaan, dalam jarak yang Tuhan bentangkan antara saya dengannya, yang membuat saya begitu sulit menjangkaunya. Maka saya pun hanya bisa mengaguminya dari kejauhan, dalam ketakjuban melihatnya terbang setinggi awan di langit atau meliuk dalam tarian yang menghembuskan desir di hati. Rasa takjub yang terus saya panjatkan padaNya karena menciptakan makhluk seindah dia pun saya iringi dengan rasa syukur tak terhingga atas kesempatan yang Dia berikan untuk mengetahui siapa dia dan paling tidak bertemu dengannya.
Meski saya jarang bertemu dengannya, kekaguman saya terus abadi dalam jarak yang jauh membentang. Saya pun bertanya-tanya pada Tuhan ketika suatu saat Dia mendekatkan saya dengannya. Cerita macam apa yang Dia siapkan untuk saya, dan dia? Namun saya berpikir, apapun yang Dia siapkan untuk saya, harus saya jalani dengan keyakinan bahwa Dia Yang Memiliki jiwa saya dan jiwanya selalu menyayangi hamba-hambaNya dengan cara-cara yang hanya bisa dipahami dengan rasa cinta yang tak pernah surut padaNya.
Saya nikmati aliran yang menghanyutkan hati ketika Dia menakdirkan saya untuk dapat melihat dan berbicara dengannya dalam jarak yang tidak pernah bayangkan sebelumnya. Dalam hujan yang membasahi bumi pada suatu sore, dia tidak tahu bahwa hati saya juga basah oleh rasa syukur dapat menikmati waktu berdua dengannya. Ketika dingin tiba-tiba mengganggunya dan mengusik kebersamaan kami, ingin sebenarnya saya usir pengganggu itu dengan dekapan yang menghangatkan, agar ia bisa terus menyala terang menyinari hati kami.
Hujan pun membawa kenangan dan harapan. Dia tidak tahu, bahwa setiap kali saya menatap hujan, ingatan tentang sore itu datang kembali, dan saya selalu berharap dia ada di samping saya, sehingga kami bisa berbicara tentang banyak hal, tentang kehidupan, menikmati kehangatan yang perlahan menelusup ke dalam dada.
Namun seberapa tulus dan kuat saya berharap, saya sepenuhnya sadar, bahwa bagaimanapun juga, hati, pikiran, jiwa dan raganya adalah milikNya. Saya hanya bisa memohon padaNya, untuk dapat terus dekat dengannya, agar saya dapat terus menerima ilmu dan kebijaksanaan yang Dia kirimkan pada semesta alam lewat cahayanya. Bila Dia putuskan untuk mempercayakannya pada saya, maka akan saya jaga dan muliakan dia dengan sepenuh hati, dan dengan segenap kemampuan akan saya jaga nyalanya dan saya usahakan untuk membuatnya bersinar lebih terang.
Namun jika tidak, akan saya jaga rasa hormat dan kagum saya kepadanya, dan tetap saya doakan agar ia terus menyala menerangi siapapun yang ada di dekat dan sekitarnya.
Hari ini, dia berulang tahun dan saya tidak bisa menemuinya, namun Tuhan tahu apa yang saya rasakan. Dan doa yang saya panjatkan di hari ini, biar itu menjadi rahasia saya denganNya.
Selamat ulang tahun, lilin kecil Tuhan.
I’m blessed to know you and wish you shine more brightly.
Saat DIA Membolak-Balikkan Hati Kita

Dalam perjalanan kita menjalani hidup, kadang Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang, yang padanya hati dan pikiran kita dapat tertambat begitu kuat. Kita pun berandai-andai dan mencoba berdialog dengan Tuhan, mungkinkah dia adalah sosok yang Dia kirimkan untuk melengkapi hidup kita dan menemani kita menjalani sisa umur kita.

Namun, kadang Tuhan begitu misterius; Dia komunikatif dengan caraNya sendiri, yang kadang sulit dipahami makhluknya. Dia pisahkan dua hati yang pernah terikat begitu kuat, dengan alasan yang beragam. Maka hati-hati yang sempat penuh bunga berwarna-warni itu berubah menjadi padang tandus yang panas, kering dan berdebu. Kita pun bertanya-tanya, apa maksud semua ini?
Kita, makhluk yang lemah, lalu menuntut keadilan dan, kalau bisa, memaksaNya menuruti semua kehendak kita, hingga lupa bahwa Dia adalah Yang Maha Merajai Alam Semesta sekaligus Maha Membolak-balikkan Hati. Di tanganNya kekuasaan dan kemauan untuk mengarahkan pada siapa hati kita memiliki kecenderungan, dan keputusan apakah sosok itu akan membuka hatinya pada kita atau pada yang lain. Di tanganNya kekuasaan dan keputusan seberapa lama kita akan bersamanya serta kapan dan mengapa harus berpisah, juga kekuasaan untuk menentukan warna apa yang tergores di hati kita, maka biasa kita temui dua orang yang pernah saling mencintai bisa saling membenci dengan begitu hebatnya.

Dia juga Maha Merajai Alam Semesta, yang bila Dia inginkan sesuatu, cukup Dia katakan ‘Kun fakaykun”, Jadi maka jadilah. Baginya, begitu mudah memisahkan hati-hati yang tertaut cinta, dan memasangkan hati-hati itu dengan hati yang lain. Baginya, mudah untuk memisahkan hati yang sempat bersatu sebelum akhirnya menyatukannya kembali setelah berpisah sekian lama, atau sebelum akhirnya mempertemukannya dengan hati yang lain dan menyatukannya untuk selamanya, seperti yang kita lihat dalam hidup, ada orang-orang yang ditakdirkan untuk bertemu dan saling mencintai namun tidak ditakdirkan untuk hidup bersama, dan ada juga yang harus menempuh jalan yang terjal dan berliku sebelum akhirnya dapat hidup bersama.
Dia pun bisa terlihat begitu kejam, dengan melambungkan hati dengan rasa bahagia, yang membuat kita seolah terbang di atas awan, lalu menggodamnya dengan rasa sakit dan perih, yang kadang membuat kita tidak percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi pada kita, tapi dia adalah Maha Menyanyangi MakhlukNya. Dia sayangi kita dengan mempertemukan kita dengan seseorang, meski akhirnya harus berpisah. Dia sayangi kita dengan rasa sakit.

Dia sayangi kita dengan mempertemukan kita dengan seseorang, meski akhirnya harus berpisah. Mungkin dengan begitu, Dia ingin kita bisa merasakah keindahan dan kebahagiaan saat serasa ada surga yang hadir di hati kita. Dia ingin kita belajar bagaimana cara mencintai makhlukNya dengan tulus sehingga kita bisa memuliakan penggantinya yang Dia kirimkan untuk menghapus semua kepedihan di dada dengan kesejukan yang menenteramkan hati.
Dia juga ingin kita belajar, bahwa ketika kita mencintai seseorang, kita juga harus belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskannya, ketika Dia memutuskan kita harus berpisah dengannya, karena sebenarnya kita tidak pernah benar-benar sepenuhnya memiliki orang yang kita cintai sebab semua ada yang ada di langit dan di bumi adalah milikNya. Maka, apakah salah ketika Sang Pemilik menentukan hati mana terikat dengan hati yang mana? Kita, makhluk yang lemah ini, hanya bisa tunduk pada ketetapannya, dengan hati yang sabar dan ikhlas, dengan keyakinan bahwa di setiap keputusanNya ada hikmah yang sering tersembunyi dan tak bisa ditangkap hati, pikiran, dan seluruh panca indera. Kita pun tidak boleh lupa bahwa Dia selalu bersama orang-orang yang sabar dan sering menguji hambaNya dengan kehilangan, sebelum akhirnya menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih indah, dengan syarat kita ikhlas dan tabah pada keputusanNya.

Dia sayangi kita dengan rasa sakit agar kita lebih siap dan lebih kuat dalam menjalani hidup jika suatu saat nanti kita harus berpisah dengan salah satu makhlukNya yang kita sayangi dengan sepenuh hati. Dengan cara itu, Dia ingin menempa kita menjadi pribadi yang jauh lebih kuat. Bukankah pedang yang kuat dan tajam hanya bisa dibuat dengan godaman palu dalam bara api yang panas membara?
Dia sangat bijak, dalam cara-cara yang hanya bisa dipahami dengan kejernihan hati. Dia sangat baik dalam cerita-cerita yang disusunNya untuk kita, dalam keputusan siapa yang harus kita temui, kita cintai, dan kita ikhlaskan; dala keputusan kapan, dimana, seberapa lama, dan bagaimana kita harus bertemu, bersama, dan berpisah dengannya. Kita hanya perlu menjaga prasangka baik, karena Dia ada dalam persangkaan hambaNya, serta melengkapi hati kita dengan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan kuat bahwa Dia lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Bukankah telah Dia katakan dengan jelas, bisa jadi kita mencintai sesuatu namun itu tidak baik untuk kita dan bisa jadi kita membenci sesuatu namun itu baik untuk kita.
Selamat melanjutkan hidup dengan lebih kuat dan lebih bijaksana.

Fulbright Master Scholarship – AMINEF USA
Preference will be given to applicants who serve as faculty members of state and private institutions of higher education in Indonesia. Applicants will possess:
- a Bachelor (S1) degree with a minimum GPA of 3.0 (4.00 scale)
- leadership qualities
- a good understanding of Indonesian and international cultures
- demonstrated commitment to the chosen field of study
- a willingness to return to Indonesia upon completion of the Fulbright-DIKTI program
- a minimum institutional TOEFL score of 550 or IELTS score of 6.0
HOW TO APPLY
Candidates should complete the appropriate application forms. Forms are available either by mail or in person at:
American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
CIMB Niaga Plaza 3rd Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav 25
Jakarta 12920
Please return your complete application package by the application deadline that includes:
- Completed application form. This includes a clearly written and concise study objective.
- Copy of your most recent, less than two years old, institutional TOEFL or IELTS score report.
- One letter of reference, either from your current employer or previous lecturer.
- Copy of academic transcript and diploma (English translation).
- Copy of identity document (KTP or passport).
CONTACT INFORMATION
Specific questions regarding the application process may be addressed to the following address: aminef.or.id
AMINEF does not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to AMINEF.
DEADLINE
The deadline for the submission of application materials for all programs is April 15, 2012.
For more information, please visit AMINEF official website: www.aminef.or.id
Tresno Sudro: Saat Cinta Terhalang Restu Orang Tua Karena Perbedaan Status
Tresno Sudro adalah salah satu langgam Jawa yang membuat saya penasaran sejak pertama kali mendengarnya. Namun, saya baru-baru benar-benar mendapatkan feel-nya di dalam bus Sumb*r K*ncono alam perjalanan Solo-Sragen, saat seorang pengamen membawakannya dengan penuh penghayatan yang membuat lagu ini benar-benar menghibur para penumpang. Bagi saya pribadi, selain nadanya pas dengan selera saya, lagu ini juga memiliki makna yang mendalam, tentang kisah asmara yang secara realistis terjadi di kehidupan nyata.
Lagu ini berkisah tentang cinta tulus seseorang pada kekasihnya, namun terhalang oleh orang tua sang kekasih. Orang tua sang kekasih, yang penuh prasangka, enggan merestui hubungan mereka karena merasa berasal dari status yang berbeda. Well, kasus seperti ini bisa terjadi pada siapa pun dan, saya yakin, telah dialami oleh banyak pasangan. Ah. kadang dunia bisa keras dan kejam, tidak hanya dalam hal pekerjaan, namun juga dalam hal percintaan.
My best wishes for all lovers in the world.
Video clip Tresno Sudro:
Lirik:
Abote wong nandang tresno
Tak belani nganti tekan pati
Tresnaku mung kanggo siro
Kusumo ayu sing merak ati
Awan bengi ora biso lali
Tansah eling esemmu
Ngati kapan aku ora ngerti
Biso nyanding sliramu
Abote dadi wong sudro
Tresno tulus ora dipercoyo
Wong tuwo ngumbar sujono
Tansah ngiro aku wong durjono
Pancen dalan sing tak liwati
Ngalor ngidul mung dengkul
Paribasan turu klesetan
Uripku tansah cedak pacoban
Reff:
Cah ayu, cah ayu
Tak enteni
Lilane wong tuwamu maringke kowe
Sing sabar, sing sabar
Yo tresnaku
Ing tembe mburi bakal dadi dukwekku
Duh gusti sing tak puji
paringono dalan kanggo tresnaku
Untuk mengunduh MP3-nya, klik di sini.
Sertab Erener’s Istanbul: An Exotic Turkish Beauty that Captivates the Hearts
Here it is, another Turkish song that captivated my heart. I found the song by chance when I browsed on Youtube searching for videos about Galatasaray, then I clicked this song. It was also the fact that it is sung by Sertab Erener that motivated me to click it. I’ve been quite familiar with the Turkish diva since Korhan, a Turksih friend of mine whom I met when I was in an exchange student program in the States, gave me her CD, in which I found “Everyway that I Can”, a song with which Sertab Erener competed for Eurovision Contest 2003.
I found “Istanbul” really interesting. It has somewhat energetic tones and its videos shows exotic views of daily life in Turkey. I kept playing the song on and on, and I have to admit that it has been my favorite. It stands among other Turkish songs I love to listen, besides Galatasaray marching songs and other Sertab Erener’s songs.
To download Istanbul MP3, click here.
Video:
Lyrics (taken from http://lyricstranslate.com):
Istanbul
Kimisi sadece işinde gücünde
Kimisi sadece heyecan peşinde
Kimisine sorulmaz bile derdi ne
Kiminle
(İstanbul)
Kimisi paça sıvar dereyi görmeden
Kimisi bütün yutar lokmayı bölmeden
Kimisi düşmez yakadan başa çorap örmeden
İnceden
(İstanbul)
Gelip bu şehri bozan
Bu şehre gelip bozulanlar
Hepsi aynı kazanda kaynıyor istanbulda
(Doğru söylüyor)
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul sever seni sen beni seversen
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul döver seni sen beni üzersen
Ne çok canlar yakar (İstanbul)
Bolca günahlara sokar (İstanbul)
Hızlı koşanları çabucak yorar İstanbul İstanbul
Ama sen istesen de bu şehirden kaçamayacaksın
Çünkü aklın bende bende İstanbuldayım
(Doğru söylüyor)
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul sever seni sen beni seversen
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul döver seni sen beni üzersen
Sen gidersin
İstanbul beklemez
Gelirsin gidersin
İstanbul farketmez
Acı çeker özlersin
İstanbul üzülmez
Nasıl nedir halin
istanbul hissetmez
(İstanbul)
İstanbul birini sevmiyorsan çekilmez
(Doğru söylüyor)
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul sever seni sen beni seversen
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul döver seni sen beni üzersen
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul sever seni sen beni seversen
Dinle beni biraz şşt
Sen sen İstanbul döver seni sen beni üzersen
İstanbul sever seni sen beni öpersen
Istanbul
some people are just busy with their own work
some people are none but in an excitement
some people aren´t even asked about their problems
with who
(Istanbul)
some people roll up their sleeves without seeing the waters
some people gulp a bite without chewing it ://
some people don´t fall without sewing socks from head to toes
(Istanbul)
those who come to this city and ruin it
those who come to this city and are ruined
they are all boiling in the same bowl. In Istanbul
(she is right)
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would like you if you liked me
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would beat you up if you make me sad
so much souls are burning (´cause of Istanbul)
(Istanbul) makes people do many sins
Istanbul Istanbul makes the ones who run fast exhausted
but even if you want to escape you can´t
because you always think about me and I am in Istanbul
(She is right)
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would like you if you liked me
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would beat you up if you make me sad
You would leave
Istanbul wouldn´t wait
You would come and leave
Istanbul wouldn´t notice
You would agonize and miss
Istanbul wouldn´t be sad
How you´re feeling
Istanbul wouldn´t notice
(Istanbul)
Istanbul is unbearable without someone to love
(She is right)
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would like you if you liked me
listen to me for a bit psssst
you you Istanbul would beat you up if you made me sad (2x)
Istanbul would like you if you kissed me
Open Society Foundations/University of Nottingham Scholarships Guidelines
The Open Society Foundations / University of Nottingham scholarships aim to provide opportunities for independent postgraduate study in the United Kingdom for students who have demonstrated both academic excellence and the potential to become leaders, decision makers, and opinion formers in their own country. Upon completion of their studies in the UK, scholars are expected to return to their home country to resume their studies or work there. Subject to satisfactory progress, the scholarships lead to the award of a master’s degree.
The scholarships are available for study for:
- MPA Public Health
- MPH Public Health (International Health)
- MA Environmental Management
- LLM in Human Rights Law (modules relating to Mental Disability and International Human Rights are available within these courses)
- LLM International Law
- MA Social and Global Justice
- MA Global Citizenship, Identities and Human Rights
- MA International Social Policy
Each scholarship provides twelve months’ tuition fees at the University of Nottingham, a stipend to cover living costs (for one person only), and return air travel from the scholar’s home country.
Eligibility
The scholarships are open to applicants from Azerbaijan, Indonesia, Egypt, andLebanon.
Applicants must:
- be nationals of, and resident in one of the selected countries during the academic year in which they apply for the award; applicants who are temporarily out of the country (for a total period of less than three consecutive months) may be treated as being resident;
- display intellectual ability and leadership potential;
- already hold (or expect to hold by the time of taking up the award) a degree of an equivalent standard to a good UK second-class Honours degree;
- have passed an appropriate English language test by the time of taking up the award;
- not have already received or be currently receiving financial benefit from a previous HMG fully funded Scholarship;
- return to their home country at the end of their scholarship period to continue their studies / work there.
Preference will be given to applicants who have not previously studied outside of their home country.
Employees, employees’ relatives (or former employees who have left employment less than two years before) of local Open Society Foundations representative offices in the region and eligible countries, and the participating universities will not be eligible to apply for these awards.
To Apply
Application forms are avaialble for download below or can be obtained from your local Open Society Foundations Educational Advising Center or Open Society Foundations representative office in your country.
Applicants will need to complete:
- The University Postgraduate Application Form: please read it carefully and enclose all additional documents requested in the application form.
- The separate Scholarship Application Form.
- The Self-Assessment Form whereby you acknowledge your compliance with the eligibility criteria for this scholarship program.
Deadline
The completed forms and supporting documents must be returned to your local Open Society Foundations representative office no later than February 6, 2012. One original set of the application pack and two photocopies thereof must be submitted.
Applicants from Egypt and Lebanon should mail their applications to:
Ms Inga Pracute
Program Coordinator, Open Society Foundation-London
Cambridge House
100 Cambridge Grove
London W6 0LE
United Kingdom
Selection Process
Short-listed applicants will be invited for an interview and an English language test in their home country during April 2012. Applicants should keep their schedules free for these dates. Applicants will be informed by the local Open Society Foundations representative office whether they have been shortlisted or not. Interviews will be carried out by representatives of the Open Society Foundations. In certain cases, there may also be a panel member representing the interests of the University.
Final awards will be decided jointly by the University and the Open Society Foundations.
Please note that all successful applicants will be invited to attend a one-month preparatory academic writing summer school in August 2012. The Open Society Scholarship Programs’ Pre-Academic Summer Program is designed to prepare scholarship grantees for a successful academic experience in the UK. Successful applicants will be provided with the opportunity to refine their research and writing skills through intensive courses in academic writing and social sciences. The exact date and location of the summer school will be available at a later stage in the selection process.
About the University
Read the University’s Postgraduate Prospectus. Your local OSF Representative Office will be able to make a copy available to consult. Prospective applicants will not, however, be able to take this copy home. Visit the University’s Home Page atwww.nottingham.ac.uk.
Contact
Please make use of all of the available documentation: these guidelines and the University’s Postgraduate Prospectus.
If you have queries about these guidance notes, contact either your local Open Society representative office, or
Inga Pracute, Program Coordinator, Open Society Foundation-London
Fax: 00 44 20 7031 0241
E-mail: Inga.Pracute@osf-eu.org
If you have any academic questions, then you should direct these to the appropriate department at the University (listed in the University’s Postgraduate Prospectus).
Reposted from:
http://www.soros.org/initiatives/scholarship/focus_areas/uk/nottingham








