Monthly Archives: April 2011

Ode untuk Mawapres UNDIP 2011

Siang ini saya dikejutkan oleh sms seorang dari teman. Petikan dari sms itu berbunyi ”Alhamdulillah. I got the first place…” Sontak saya kaget bukan main karena isi sms ini bukan main-main. Ini adalah sms seorang teman yang mengabarkan keberhasilannya merebut peringkat pertama dalam seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi UNDIP tingkat universitas. Sms itu dikirim oleh teman sekaligus partner saya yang saya banggakan, Cresti Eka Fitriana.

Sosok itu biasa dipanggil Cresti. Saya mulai mengenalnya saat duduk di tingkat dua di Jurusan Sastra Inggris. Sama-sama mengambil peminatan American Study, saya melihat Cresti sebagai mahasiswi yang aktif dan tekun di kelas. Di luar kelas, Cresti tidak kalah aktifnya dan saya menyaksikannya selama kami masih aktif di EDSA, HMJ Sastra Inggris pada periode kepengurusan 2009. Mengepalai Divisi American Study, Cresti menunjukkan performa yang luar biasa, cerminan dari komitmen dan loyalitas yang tinggi terhadap organisasi dan determinasi yang tinggi untuk mengembangkan diri dan mempelajari hal-hal yang tidak kami dapatkan di bangku kuliah. Cresti juga aktif di klub debatEnormous dan turut membidani kelahiran serta membesarkan klub tersebut. Keaktifan masih bisa saya rasakan sekarang saat kami sama-sama berada di kepanitiaan Future Leader Summit 2011.

Perkenalan saya dengan Cresti mulai menjadi semakin rekat tatkala kami mewakili UNDIP dalam kompetisi Trust by Danone di Jakarta dan HNMUN di Boston, Amerika Serikat, dua tahun setelah saya mengenalnya. Selama dua tahun itu pula saya melihat akselerasi pengembangan diri yang begitu cepat dalam diri Cresti. Berbagai kegiatan dan lomba diikutinya. Tak lupa dia juga membimbing adik-adik tingkat kami agar juga bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu aspirasinya adalah ingin mencetak mahasiswa-mahasiswa berkapasitas tinggi yang berwawasan internasional.Aspirasi ini dituangkannya dalam makalah yang dia ajukan dalam seleksi mawapres yang akhirnya mengantarnya merebut peringkat pertama.

Kerja keras Cresti untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik adalah sebuah perwujudan dari quote Thomas Alva Edison, “There is no substitute for hard work.” Ya, tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras dalam usaha kita meraih mimpi-mimpi kita. Cresti, sosok pekerja keras yang saya kenal sekarang memang jauh lebih hebat dari yang saya kenal tiga tahun yang lalu. Cresti telah menjelma menjadi sosok yang pantas kita jadikan teladan dan kita banggakan.

Selamat Cresti. Kami sungguh bangga padamu.

Untuk melihat profil Cresti di Facebook, silakan kunjungi:

http://www.facebook.com/crestea


Pembicara Future Leader Summit 2011

Keynote Speaker: Alanda Kariza 

Alanda Kariza adalah Mahasiswi tingkat awal di Business School Binus International. Penolakan yang dialaminya ketika ia mengajukan diri sebagai volunteer di sebuah organisasi lingkungan ternama mendorong Alanda mendirikan The Cure For Tomorrow (TC FT). Alanda yakin bahwa anak muda memiliki peran yang penting dalam perubahan kondisi lingkungan serta bisa secara aktif memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Sejak tahun 2006, Alanda bersama teman-temannya di TCFT aktif mengadakan kegiatan lingkungan, seperti gerakan bersih-bersih lingkungan, workshop kertas daur ulang, serta Do Your Project yang bertujuan untuk mendorong orang-orang untuk melakukan aksi nyata mulai dari diri sendiri dari hal kecil. Selain melibatkan anak muda lainnya dalam kegiatan aksi nyata, Alanda juga membangun system anggota dimana anak muda difasilitasi untuk memberikan kontribusi dana untuk kegiatan aksi nyata TCFT.

Hingga saat ini, Alanda melibatkan 30-35 anak muda tetap dalam kegiatan aksi nyata TCFT, serta 100 anggota terdaftar yang tidak hanya berasal dari Jakarta namun juga dari luar Jakarta bahkan luar Indonesia. Untuk melibatkan lebih banyak lagi peran anak muda,

Alanda adalah Founder dari Indonesian Youth Conference yang dimulai pada tahun 2010 lalu yang melibatkan banyak anak muda di seantero Indonesia serta menghadirkan pembicara conference yang luar biasa. Di usianya yang masih sangat muda pun dia sudah mengeluarkan buku karyanya berjudul Vice Versa saat usianya 14 tahun. Alanda sampai saat ini sudah memiliki banyak penghargaan dan beasiswa di dalam maupun luar negeri.

More about Alanda Kariza: www.alandakariza.com

Room 1: Environment

  • Kusuma Dyah Sekararum – Moo’s Project
Melalui Moo’s Project, Ara, gadis kecil berusia 14 tahun ini mampu menggerakkan 726 petani untuk menjalankan proyek besarnya ‘Lembah Hijau Multifarm’ yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dari sapi-sapi di daerah Desa Sukorejo, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Ara melihat kondisi memprihatinkan pengelolaan peternakan yang terjadi di desa tersebut yang berimbas pada kesehatan sapi, kualitas susu, dan kesehatan lingkungan. Ara, si kecil dengan impian yang besar ini telah mampu menciptakan proyek-proyek luarbiasa dengan petani-petani tersebut seperti Milk Wingko, Pudding, Cowdung, Biogas, Agrotourism, dan masih banyak lagi. Sumbangsihnya yang luar biasa untuk lingkungan di desa Sukorejo ini telah mengantarkannya sebagai penerima Award untuk Ashoka Indonesia Young Changemaker 2010.
  • Yangki Imade Suara – Forest Friend WWF Indonesia
Yangki adalah fresh graduate dari Fakultas Ekonomi, Universitas Padjajaran, Bandung. Sebagai seorang figurpenggerak di bidang lingkungan, Yangki mempunyai potensi luar biasa untuk menginspirasi pemuda-pemuda yang lainnya untuk melakukan hal yang sama. Saat ini, Yangki sedang mengerjakan sebuah proyek lingkungan yang bernaung di bawah bendera WWF Forest Friend. Sebagai salah satu finalisnya, Yangki dan partnernya, Hana Stanke dari Jerman, mencanangkan program penanaman pohon sebanyak mungkin di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, Indonesia yang ditentukan dengan vote dari pengunjung situs mereka. Yangki pun secara aktif terus berkampanye tentang global warming, climate change, deforestation, dan lain sebagainya sebagai sarana edukasi masyarakatuntuk melakukan hal yang positif untuk bumi.

Room 2 : Sport, Art and Culture

  • Agus Waluyo – Gorila dari Gang Buntu

Agus Waluyo adalah seorang dari beberapa masyarakat di Jalan Pedamaran Gang Buntu Semarang yang memiliki suatu konsep sosial yang cemerlang. Beliau melihat olahraga adalah suatu hal yang perlu dilakukan banyak orang. Beliau mempunyai sebuah pemikiran untuk mendirikan suatu kios fitness (gym) bagi kalangan menengah ke bawahdimana uang registrasi dan uang membership bukan jadi prioritas utama. Mereka akhirnya mendirikan sebuah gym yang bernama Gorila. Gorila Gym ini diketuai oleh seorang konseptor jenius yang bernama Kardi. Agus Waluyo sendiri disini adalah tangan kanan dari Kardi. Berdiri sejak tahun 1995, gym ini mendapatkan respon besar dari mahasiswa Sejarah Undip Semarang, Bambang Rakhmanto. Selanjutnya Gorila Gym ini difilmkan berjudul ‘Gorila dari Gang Buntu’ dan memenangkan sebuah award di Indonesia, Eagle Award. Suatu proses yang indah jika kita lihat dari sisi perjuangan para pendiri Gorila Gym ini yang berawal dari konsep pemikiran sosial hingga memenangkan sebuah kompetisi perfilman nasional.

  • Taufik Hidayat Udjo – Saung Anglung Udjo (Direktur Utama)

Menyelesaikan Program S1 Ekonomi di STIE Dharma Agung, beliau Lahir di Bandung pada tahun 1966 merupakan putra kesembilan dari Udjo Ngalagena dan Uum Sumiati. Taufik Hidayat. Menjabat sebagai Direktur Utama PT. Saung Angklung Udjo sejak tahun 1995 sampai sekarang, sebelum menjabat sebagai direktur beliau menjadi Manajer umum pada tahun 1990 sampai 1997, dan dari tahun 1993 sampai tahun 1995 menjadi Manajer Suvenir. Tinggal di Bandung bersama Istri Wiwin Setiwati dan 3 anaknya M. Rizki Hidayat, Kamila Putri Hidayat dan Karina Ayu Khaerunisa. Sedikit ulasan mengenai Saung Angklung Udjo, Saung Angklung Udjo (SAU) merupakan sebuah tujuan wisata budaya yang lengkap, karena SAU memiliki arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu. Di samping itu, kehadiran SAU di Bandung menjadi lebih bermakna karena kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda– khususnya Angklung –kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan.

Room 3: Economic Development

  • Goris Mustaqim – Asgar Muda

Beliau adalah salah satu finalis dari kategori Kewirausahaan Indonesia Berprestasi Award 2009. Pemuda yang lahir di Garut, 14 Maret 1983 ini adalah lulusan Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung. FinalisAsia’s Best Young Entrepreneur 2009 versi Majalah BusinessWeek dan dinobatkan sebagai International Climate Champion dari British Council. Awal 2010 lalu, Goris menjadi pengusaha Indonesia termuda yang diundang untuk menghadiri Presidential Summit on Entrepreneurshipyang diselenggarakan oleh Presiden Barack Obama di Washington DC. Ia juga adalah perwakilan pemuda dari Indonesia dalam konferensi iklim di Kopenhagen, Denmark. Goris merupakan salah satu dari sedikit orang yang dinobatkan sebagai alah satu finalis dalam Community Entrepreneur Award oleh British Council di tahun 2009, atas prestasinya mendirikan PT Resultan Nusantara dan Asgar Muda Foundation yang berkontribusi besar dalam pembangunan daerah Garut.

  • Mohammad Iqbal – StudentsxCEOs

Aktivis wirausaha muda yang telah menciptakan berbagai dampak positif melalui berbagai organisasi kewirausahaan mahasiswa baik tingkat nasional maupun internasional yang diikutinya. Dimulai dari keterlibatannya di BEM ITB sebagai Menteri Ekonomi,pembentukan Techno Entrepreneur Club ITB, serta kiprahnya dalam membawa nama Indonesia dan ITB sebagai salah satu negara yang tergabung dalam “student-entrepreneurship organization” di level internasional seperti: ASEANpreneurs, ASES (Asia Pacific Student Entrepreneurship Society) hinggaStudent in Free Enterprise.Bersama beberapa rekannya, Iqbal sedang menggarap sebuah program revolusioner “StudentsxCEOs”. Program ini bertujuan untuk mempertemukan sekumpulan mahasiswa terpilih dengan para pemimpin dari dunia bisnis yang berasal dari berbagai latar belakang industri. Mulai dari para CEO, BusinessOwner sampai Social Entrepreneurs Champion di Indonesia, untuk berdiskusi secara langsung, bertukar ide, jejaring serta pengalaman hidup.

Room 4: Education

  • Annisa Hasanah – EcoFun Community

Seorang mahasiswa jurusan arsitek Institut Pertanian Bogor. Disamping aktivitas perkuliahannya, Annisa dikenal sebagai project leader dari EcoFun Community. Beberapa prestasi yang pernah diraih oleh Annisa antara lain adalah Danamon Young Leader Award 2009, ASHOKA Young Changemakers 2009, TOP Bayer Young Environmental Envoy 2010. Saat ini dia sedang mengembangkan Eco-monopoly, sebuah game-board yang bernilai edukatif dan ramah lingkungan. Eco-monopoly merupakan inovasi media edukasi bagi masyaraat pada umumnya dan anak-anak pada khususnya dalam meningkatkan kesadaran lingkungan melalui permainan yang fun. Ini merupakan permainan papan yang dimodifikasi dari permainan aslinya yaitu monopoli dan ular tangga yang umum dimainkan oleh anak-anak.

Selain itu, sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, Annisa mengajak anak-anak melakukan aksi nyata, diantaranya membuat tas dari koran dan lomba memilah sampah.Ketika liburan, anak-anak juga diberi eco-card, sebuah kartu monitoring siswa mengenai gerakan lingkungan yang dilakukannya selama liburan. Anak-anak yang melakukan kegiatan lingkungan akan diberi hadiah 1 set ecomonopoly. Untuk memperluas dampaknya, Annisa berencana mencari sekolah lain serta sponsor untuk memproduksi lebih banyak set permainannya. Pada bulan Desember 2009, Annisa mengajak 40 siswa kelas V dari SDN 03 Babakan Darmaga, Bogor untuk ikut serta dalam permainan Eco-Monopoly sekaligus melakukan praktik nyata di bidang lingkungan bersama tim Eco-Monopoly yang dibentuknya di kampus IPB.

  • Febrianti Dwisetyarini (Rini) – Komunitas Padang Ilalang

Komunitas Padang Ilalang adalah sebuah wadah bagi anak-anak di pedesaan yang sulit terjangkau oleh akses pendidikan. Sejak didirikan pada 2009 lalu, telah ada sekitar 150 anak yang pernah tergabung di dalam komunitas yang dikelola Rini dan 3 orang temannya ini. Anak-anak diajarkan untuk berani memimpin, mengorganisasi, bekerja dalam kelompok, dan memiliki kepekaan serta kepedulian nyata kreatif (RBK), perpustakaan, dan lain lain, Rini bertindak atas keprihatinannya akan terbatasnya infrastruktur pendidikan bagi anak-anak pedesaan.

Room 5: Creative Writing

  • Trinity Traveler – Backpacker Wanita Indonesia dan penulis buku Best Seller “The Naked Traveler”*

Trinity (nama pena) adalah seorang wanita biasa yang tinggal di Jakarta, Indonesia. Setelah bekerja bertahun-tahun di perusahaan, dia akhirnya memutuskan untuk menjadi full-time traveler dan penulis freelance. Dia juga seorang Editor in Chief dari Venture Travel Magazine,kontributor dari berbagai majalah nasional Indonesia, bekerja di Indika FM, blog dan social media entrepreneur, English-Indonesian translator, copywriter, dan speaker di beberapa bidang kreatif penulisan, blogging, atau traveling. Dia menempuh S1-nya di Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang dan beasiswa Asian Development Bank-Japan untuk S2-nya di Master in Management dari Asian Institute Management di Manila, Filipina. Dia sudah traveling di hampir seluruh provinsi di Indonesia dan juga 44 negara di dunia. The Naked Traveleradalah travel blog pertama di Indonesia dan juga buku traveling best seller di Indonesia. Dia membuat perubahan pola pikir orang tentang Traveling dan mendobrak stigma bahwa wanita tidak bisa melakukan traveling kemana-mana. Dia telah menjadi inspirator baru bagi banyak anak-anak muda di Indonesia.

  • Triyanto Triwikromo – Salah Satu Penyair Terbaik Indonesia

Sastrawan Indonesia yang juga redaktur sastra Harian Umum Suara Merdeka dan dosen Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro Semarang, ini kerap mengikuti pertemuan teater dan sastra, antara lain menjadi pembicara dalam Pertemuan Teater-Teater Indonesia di Yogyakarta (1988) dan Kongres Cerpen Indonesia di Lampung (2003). Ia juga mengikuti Pertemuan Sastrawan Indonesia di Padang (1997), Festival Sastra Internasional di Solo, Pesta Prosa Mutakhir di Jakarta (2003), dan Wordstorm 2005: Nothern Territory Festival di Darwin, Australia. Cerpennya “Anak-Anak Mengasah Pisau” direspon pelukis Yuswantoro Adi menjadi lukisan, AS Kurnia menjadi karya trimatra, pemusik Seno menjadi lagu, Sosiawan Leak menjadi pertujukan teater, dan sutradara Dedi Setiadi menjadi sinetron (skenario ditulis Triyanto sendiri). Penyair terbaik Indonesia versi Majalah Gadis (1989) ini juga menerbitkan puisi dan cerpennya di beberapa buku antologi bersama.

  • Adin – Komunitas Hysteria

Seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia FIB Universitas Diponegoro, penggagas sekaligus direktur Komunitas Hysteria yang sangat berkomitmen pada dunia sastra. Bersama komunitasnya ia bergerak dengan mengadakan kegiatan-kegiatan urban culture seperti bedah karya, mapping project, pameran-pameran artwork, workshop zine, dll. Sebagai salah satu media mengekspresikan ide-ide segar komunitasnya dan sarana publikasi baik karya maupun acara mereka mempunyai buletin Hysteria yang terbit secara kontinu setiap bulan sejak tahun 2004.

Room 6: Research

  • Drs. H. Indriyanto, S.H., M.Hum.

Dosen sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro ini gemar melakukan penelitian sejak duduk di bangku perkuliahan. Meskipun disiplin ilmu yang beliau tekuni di adalah sejarah, penelitian yang beliau lakukan tidak hanya mencakup bidang tersebut. Beliau juga melakukan penelitian dalam berbagai bidang, dari bidang sosial, budaya, hukum, politik dan masih banyak lagi. Penelitian yang beliau lakukan tidak hanya di dalam negeri saja, tetapi beliau juga beberapa ke luar negeri seperti ke Jerman dan Singapura untuk melakukan riset. Semangat, kepekaan terhadap lingkungan serta peluang terhadap penelitian multibidang pun ingin beliau tularkan kepada mahasiswa.

  • Slamet Budi Cahyono

Mas Budi merupakan salah satu change makers di Universitas Brawijaya. Perubahan yang beliau lakukan fokus kepada penelitian dan memilih Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai alat atau sarana untuk meningkatkan minat, bakat dan bargaining positionfakultas bahkan universitas beliau terhadap penelitian. Beliau membuat roadmap, target dan tim penggerak untuk mewujudkan mimpi tersebut. Kerja keras beliau tidak berujung sia-sia karena beliau dapat mencapai target yang diinginkan dengan menjuarai PIMNAS XXI dan XXII. Beliau juga mendapat Juara 1 pada. Lomba Karya Inovatif LIPI dan DKP RI. Pada tahun 2010 beliau juga tepilih sebagai Pemuda Andalan Nusantara.

*: dalam konfirmasi

UNESCO International Essay Contest for Young People

Dear Friends of Peace,

Young people from around the world are invited to enter the 2011 Goi Peace Foundation – UNESCO International Essay Contest for Young People.

The 2011 International Essay Contest is organized by the Goi Peace Foundation and UNESCO.

The theme for this year’s contest is:
“MY STORY OF INSPIRATION”– Many people experience inner change that motivates them to create a better world. Please share your story of inspiration that has affected your life and changed you to make a change in the world.

The deadline for entry is June 30, 2011.

Prize winners will receive a cash award and will be invited to Japan for the award ceremony. Please see the complete guidelines below or at: http://www.goipeace.or.jp/english/activities/programs/1101.html

To read winning essays from last year’s contest, please visit: http://www.goipeace.or.jp/english/activities/programs/2010/index.html

Please kindly help disseminate this announcement through your websites, mailing lists, and publications. We look forward to the participation of many young people in your communities and networks!

May Peace Prevail on Earth

The Goi Peace Foundation

Future Leader Summit 2011

Adalah satu perhelatan untuk menandai kebangkitan generasi muda Indonesia dalam mencanangkan perubahan ke arah konstruktif-edukatif-kreatif yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Sastra Inggris 2007 (FORMASI) Universitas Diponegoro. Satu hari penuh, partisipan yang kemudian disebut sebagai young leader akan berkumpul dan melakukan inisiasi bersama para pembicara yang sudah membuat perubahan dalam 6 pilar bidang utama penggerak di Indonesia maupun di internasional. Peserta yang merupakan generasi muda dalam segmen mahasiswa akan bernegosiasi, mengungkapkan ide, merancang proyek, dan membaur dengan young leader lainnya untuk bekerjasama mengembangkan proyek mereka. Para pembicara akan menjadi obor yang menyalurkan api perubahan kepada parayoung leader dalam sesi-sesi yang dirancang penuh kreativitas dan keunikan.

Lebih lanjutnya, diharapkan perhelatan ini dapat membawa angin segar di kalangan anak muda dan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengetahui potensi diri sejak awal dan mengembangkannya dengan baik di kemudian hari. Sehingga diharapkan akan munculoutput-output yang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat terus aktif berkompetisi di tengah dunia yang dinamis dan tantangan globalisasi.

VISI Future Leader Summit 2011

Mencetak para pemimpin muda yang dapat membawa perubahan positif di sekitarnya dalam bidangnya masing-masing.

Membawa perubahan positif bagi Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya melalui talenta-talenta muda berbakat.

MISI Future Leader Summit 2011

  • Mengajak anak-anak muda untuk aktif melakukan perubahan positif di sekitar mereka mulai dari hal-hal sederhana
  • Menginspirasi serta memotivasi calon pembaharu muda dengan mendatangkan para inspirator untuk melakukan aksi nyata secara kontinyu dalam melakukan perubahan
  • Mengadakan satu acara sebagai wadah untuk mengawali inisiasi perubahan yang sustainable
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi:

Join us, future leaders!

Saya, Rusia, dan Lagu Kebangsaan Uni Soviet

Saya mulai menyukai lagu-lagu kebangsaan saat kelas 6 (3 SMA). Saat itu ada 2 lagu paling saya sukai: the national anthem of the Soviet Union (Uni Soviet) dan Hatikvah (Israel). Dua-duanya saya hafalkan di luar kepala dan sempat saya tawarkan untuk saya nyanyikan di seleksi pertukaran pemuda Indonesia-Kanada di pos pengetahuan tentang negara tujuan tapi ditolak juri (Ya iyalah, negara tujuannya apa, lagu yang mo dinyanyiin apa :D ).

Terkait yang pertama, awal mula saya menyukai lagu yang bernafaskan rasa cinta tanah air terhadap Mother Russia dan patriotisme yang berapi-api ini ketika saya iseng mengunduh versi instrumentalnya dari internet. Saya mendapati lagu ini cukup unik dan bernada indah. Segera saya cari versi vokalnya hingga akhirnya saya juga menemukan versi Bahasa Inggrisnya. Semuanya saya unduh dan masukkan ke MP3 player saya,yang sebenarnya merupakan barang terlarang di asrama.

Lagu-lagu kebangsaan kemudian ini menemani saya ketika menikmati waktu senggang atau belajar malam di kamar, KAPATRA 2 no 22. Saat mandi pun, saya tak lupa menyanyikan lagu ini. Bahasanya bervariasi. Kadang Bahasa Rusia, “Soyuz neruschimiy respbublikh svobodnikh, Splotila naveki Velikaya Rus’...” atau Bahasa Inggris “United forever in friendship and labor, our mighty republic will ever endure….” Saat itu, teman-teman sekamar saya sudah hafal lagu yang akan saya nyanyikan dan mereka kadang ikut-ikutan menyanyi, “United forever in friendship and labor….”

Pertanyaannya, kenapa Uni Soviet? Jawabannya membuka kembali lembaran ketika saya masih SD, ketika ibu saya meminjamkan buku Fisika dari perpustakaan sekolah beliau. Di buku itu, ada bagian yang sangat menarik bagi saya:persaingan menjelajahi antariksa dan persaingan senjata di era perang dingin yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Soviet. Saat itu dalam benak saya muncul pikiran “Amerika sudah biasa,tapi kalo Uni Soviet, ini kayaknya bagus”. Perlahan, rasa kagum saya pada Uni Soviet tumbuh dan terus berkembang hingga saya lebih mendapatkan akses untuk mengetahui lebih banyak tentang Uni Soviet. Saya pun mulai belajar tentang Lenin, Stalin, Trotsky, Tolstoy, Komintern, Politburo, KGB, NKVD, Sukhoi, rudal Scud, Pakta Warsawa beserta aksi-aksi mereka di Hungarian Uprising dan Prague Spring. Saya melihatnya sebagai sebuah cita rasa internasioanal yang berbeda dari Eropa Barat dan Amerika Utara atau belahan bumi lainnya.

Lagu yang menurut saya berisi juga propaganda  ini juga membawa saya pada lagu-lagu Rusia lain: Kalinka, Provans, Moskva-Vladivostok, dan lagu-lagu t.A.T.u., yang sekarang sering menemani saya mengerjakan skripsi di kamar kos dan membuat mimpi untuk bisa berkunjung ke sana suatu saat nanti tetap menyala. Ya, saya menyimpan mimpi untuk bisa terbang ke Moskow, menengok stadion Luzhniki dan teater Bolshoi, dan tidak lupa akan saya sempatkan untuk mengagumi keindahan katedral Saint Basil, jalan-jalan ke Federation Tower, Russia Tower, dan Red Square, main ke Universitas Lomonosov Moscow, bersama Masha, seorang teman dari Rusia yang saya temui ketika mengikuti pertukaran pelajar di Amerika.

Kata Eleanor Roosevelt,”Future belongs to those who believe in the beauty of their dreams“. Saya pun yakin akan keindahan mimpi saya. Mother Russia, I’ll come one day, insya Allah. Bismillah

Untuk mengunduh lagu kebangsaan Uni Soviet dalam berbagai versi, silakan kunjungi:

http://www.marxists.org/history/ussr/sounds/index.htm

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 607 other followers