Sebuah Renungan Kala Terhempas

January 29, 2009

kyo_ahPerlahan terhempas ke tepian
sementara hanya ada harap untuk kembali ke tengah,
kembali menjadi seperti dulu
hanya ada harap, tanpa kekuatan berarti.

Tiba-tiba semua mimpi yang pernah ada
terasa begitu berat. Sulit terjangkau.

Sementara hati kecil mengisak, menitikkan airmata
aku hanya bisa diam, terpaku.

Ah. Sejak kapan ku menyerah pada emosi?
Bukankah logika selalu bisa menuntunku?

Hmmm…….


Berhenti Berlari Sejenak

January 29, 2009

berhenti_berlari Aku ingin berhenti sejenak dari perjalanan yang membuatku berlari lebih cepat dari biasanya. Aku ingin berhenti sejenak untuk sekedar menjernihkan pikiran dan menyambung urat-urat putus. Semakin lama, perjalanan ini semakin membuatku berpikir bahwa jalan yang akan kutempuh semakin terjal dan berduri. Rasa-rasanya, ingin kuhentikan semua ini agar bisa bebas menjadi diriku sendiri. Dengan begitu tampaknya aku akan lebih nyaman mengarungi hidup. Ini bukannya bersikap pengecut, melainkan tahu jalan mana yang terbaik untuk diriku. Ah, bukannya sering kukatakan pada diriku sendiri dan teman-temanku, “Selama kau berjalan di atas jalan yang benar, jangan pernah takut, jangan pernah ragu.”


Kutunggu Jandamu

January 29, 2009

pictures-cynthia-004-paint Ndengerin lagu Sidho Rondho membuatku berpikir. Btw mungkin lagu itu ada kaitannya dengan film Kutunggu Jandamu yang dibintangi Dewi Persik, yang saat tulisan ini ditulis berstatus janda kembang. Lagu itu bercerita tentang seorang pria yang masih mau menerima seorang wanita meski si wanita berstatus janda dan beranak dua. Entahlah.
Aku berpikir, di dunia ini mungkin memang ada orang-orang yang begitu besar cintanya pada pujaan hatinya hingga masih setia menunggu sang kekasih meski bertahun-tahun telah berlalu dan status sang kekasih telah berubah menjadi milik orang lain. Seorang teman cewek pernah bercerita kalo da cowok yang nungguin dia sampai empat tahun karena dalam empat tahun itu dia berstatus ‘milik orang lain’ sebelum akhirnya si cowok mengungkapkan isi hatinya padanya. Kadang, seseorang bisa begitu berharga bagi orang lain sampai-sampai orang lain tersebut rela menanti hingga bertahun-tahun lamanya bahkan meski status sang cewek sudah berubah (janda/mantan).
Hal ini berkaitan erat dengan kesabaran berharap. Yang menjadi pertanyaan adalah, seberapa pantaskah sosok itu untuk kita tunggu? Dan apa yang menjadi dasar pengharapan itu? Apakah keindahan sosok itu? Atau, bila dilihat dari sudut pandang sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, apakah karena sosok itu memenuhi empat alasan dinikahinya wanita: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya.
Keindahan wanita sebagai bagian dari kehidupan dunia memang kadang dapat membutakan manusia. Ini adalah sunnatullah, sebagaimana termaktub dalam QS Ali Imran: 14, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
Namun, di antara keindahan-keindahan tersebut, ada satu keindahan yang paling utama sebagaimana dinyatakan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, “Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
Selanjutnya, apabila kita telah menemukan sosok seorang wanita sholihah yang begitu indah tidak hanya dalam perspektif kita selaku manusia namun juga dalam perspektif Tuhan sebagaimana tercantum di Qur’an dan hadits, akankah kita menunggu jandanya karena saat ini dia sudah memiliki seorang imam yang mendampinginya menuju ridha Ilahi? Hmmm……..